Belajar SEO Secara Cepat Dengan Teknik Tepat

Banyak sekali website yang memberikan tutorial belajar SEO secara lengkap. Saya sendiri masih sangat awam dengan ilmu ini, dan terus mencoba untuk mempelajari.

Kalau mau cepat menaikkan ranking Google tanpa perlu repot sih sebenarnya mudah saja. Tinggal gunakan penyedia jasa SEO yang juga sudah sangat banyak sekali.

Namun saya sendiri lebih suka mempelajarinya sendiri, selain dapat ilmunya juga karena tantangannya. Ada rasa puas ketika keywords yang sudah kita kejar dan kerjakan.

Tulisan ini juga saya buat berdasarkan apa yang pernah saya baca dan coba pelajari. Jadi saya rangkum semuanya jadi satu untuk memudahkan saya sendiri saat ada yang terlupa.

Apa sih SEO?

Secara definisi SEO yaitu Search Engine Optimization. Adalah sebuah cara untuk mendatangkan pengunjung di internet melalui mesin pencari seperti Google atau Bing.

Mengoptimasikan website kita agar tampil pada halaman pertama pada mesin pencari. Lalu, kenapa sih website kita harus tampil pada halaman pertama dari mesin pencari?



Kebanyakan mesin pencari hanya menampilkan 10 website pada halaman pertama. Dan berdasarkan survey yang pernah dilakukan para ahli, 95% pengguna internet hanya melihat halaman satu saja.

Itu sebabnya website anda harus muncul pada halaman pertama. Terlebih jika anda seorang marketing, atau website yang anda miliki dan kelola adalah untuk berjualan.

Belajar SEO dengan cepat

Tidak ada yang di dapatkan secara instant, semua perlu proses, begitu juga dengan SEO. Untuk mencapai posisi yang tinggi pada keyword target membutuhkan beberapa waktu. Namun juga bergantung dari tingkat persaingan keyword tersebut.

Sebenarnya untuk SEO itu sendiri mudah, tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Belajar dan kuasai teknik dasar SEO, kalau suda begitu bisa mengoptimasikan website dengan bermacam keyword target.

Yang perlu dipahami dan kuasai untuk belajar SEO dasar yaitu:

  1. Riset Keyword
  2. Optimasi On-page
  3. Optimasi Off-page
  4. Analisa Kompetisi
  5. Brand Building

Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Riset Keyword

Yang perlu dipahami pertama adalah apa keyword yang ditargetkan. Lalu ketahui level persaingan dari keyword yang dituju.  Untuk keyword yang potensial, dapat dilihat dari volume dan search intentnya.

Untuk mencari keyword yang potensial bisa menggunakan tool yang sudah banyak tersedia. Baik itu yang gratisan maupun yang berbayar. Beberapa tool yang berbayar antara lain:

Sedangkan untuk yang gratisan memang agak terbatas. Biasanya hanya ditampilkan beberapa keyword potensial saja. Untuk tool gratisan yang dapat digunakan diantaranya:

Setelah melakukan riset keyword ini, selanjutnya adalah analisa. Yang di analisa adalah website kompetitor dari keyword yang dituju. Lihat bagaimana struktur websitenya, isi kontent, jumlah kata yang digunakan, dan lainnya.

Baca juga: Beberapa Cara Riset Keyword

2. Optimasi On-page

Ini salah satu yang paling vital untuk dilakukan. Meliputi desain dari website, kecepatan loading, isi konten, internal link, outbond link, serta social sharing.

Masih banyak yang memahami dan beranggapan bahwa “content is the king”. Dan itu benar adanya, konten merupakan faktor utama dari On-page SEO. Dan ini paling memegang peranan penting.

Akan sangat sulit untuk mendapakan peringkat 1 di Google jika tidak memiliki konten yang berkualitas. Google sendiri juga sudah menyatakan menolak konten yang:

  1. Tidak original
  2. Tidak bermanfaat bagi pembaca
  3. Berkualitas rendaah (membuat pembaca frustasi)
  4. Thin atau konten yang tidak berbobot

Kepadatan kata kunci dalam sebuah website, khususnya artikel, juga menjadi faktor yang berpengaruh. Keywird density ini menurut para ahli SEO disarankan hanya berkisar antara 1% sampai 3% saja.

a. Desain Website dan Kecepatan Loading

Loading Speed
Loading Speed

Desain website dapat berpengaruh juga terhadap kecepatan loadingnya. Bila diperhatikan, banyak yang berada pada halaman 1 Google menggunakan desain yang sederhana.

Bila serius ingin mengejar SEO pada sebuah website, fokus jugalah pada kecepatannya. Nomor duakan grafik yang bagus, animasi dan lainnya jika itu memperlambat loading.

Selain itu website yang lambat akan ditinggalkan pengunjungnya. Seperti halnya ketika saya mengunjungi sebuah website dan terlalu lambat loadingnya. Sudah pasti saya akan langsung meninggalkan website tersebut.

Beberapa faktor yang dapat menjadi penentu kecepatan sebuah website:

  1. Kualitas hosting website tersebut
  2. Halaman yang terlalu besar
  3. Gambar yang terlalu besar
  4. File js dan css yang terlalu banyak

Jangan berlebihan menggunakan H1, sebaiknya cukup satu saja. Karena mesin pencari biasanya menggunakan H1 sebagai salah satu faktor peringkat. Jadi jika banyak H1 yang digunakan, tentu akan membuat bingung mesin pencari. Terlebih jika berbeda topik.

b. Internal Link

Ada sebuah istilah yang namanya bounce. Ini artinya ketika seseorang masuk ke website tetapi langsung segera keluar tanpa melakukan apapun. Secara kasar, bounce rate yang tinggi berarti tidak ada yang betah berlama-lama pada website tersebut.

Ini secara tidak langsung akan berdampak pada pringkat dari website tersebut. Karena bounce rate ini bisa menjadi salah satu faktor tingkat kepuasan pengunjung. Salah satu cara untuk menurunkan bounce rate yang tinggi adalah dengan menggunakan internal link.



Selain mempermudah pengunjung untuk menemukan konten yang sesuai dengan apa yang dibaca pada saat itu. Tujuan utama dari internal link yaitu:

  1. Memudahkan navigasi
  2. Membentuk struktur website
  3. Mendistribusikan antar halaman

Struktur internal link yang benar akan membuat website terlihat kokoh dan teratur. Ini akan membuat mudah dalam mendapatkan peringkat halaman.

Pada pembahasan lainnya akan ditulis cara membuat struktur internal link yang benar.

c. Outbond Link

Dalam sebuah website atau artikel, sangat disarankan untuk turut menyertakan outbond link. Namun ini tidak bisa sembarangan website yang ditujukan pada outbond link ini. Karena jika popularitasnya lebih kecil, maka Google bisa menganggapnya sebagai SPAM.

Yang populer dijadikan tujuan dari outbond link ini biasanya adalah halaman dari Wikipedia. Dan juga halaman dari Google itu sendiri. Membuat link ke website lain yang reputasinya lebih tinggi akan membuat reputasi konten menjadi lebih baik.

d. Social Sharing

Meskipun Google tidak menganggap hal ini sebagai faktor penentu peringkat, tetapi bukan berarti tidak penting. Tetapi hal ini punya dampak tidak langsung terhadap peringkat website.

Bingung?

Jadi maksudnya adalah dengan Soical Sharing ini, ada benefit yang di dapat untuk menaikkan peringkat. Serta keuntungan lainnya dari Social Share ini. Diantaranya:

  1. Pengunjung dapat bertambah
  2. Faktor kepuasan terhadap website bertambah tinggi (jika banyak yang share)
  3. Biasanya dari beberapa pengunjung akan memberikan backlink
  4. Pengaruh terhadap branding website

Social media dapat membangung brand sebuah website menjadi lebih cepat. Ketika band sudah dikenal luas, orang-orang akan mencari brand anda melalui mesin pencari. Inilah yang dapat meningkatkan posisi pada Google.

Oleh sebab itu, jangan lupa untuk memasang tombol share social media pada website. Lalu buat konten menarik yang dapat memicu pengunjung untuk melakukan share.

3. Optimasi Off-page

Tahap ini adalah usaha untuk menaikkan peringkat diluar dari website. Atau kebalikannya dari On-page SEO yang melakukan optimasi pada website. Salah satu yang utama dalam hal ini adalah mengenai backlink.

Untuk menaikkan peringkat pada Google tidak cukup hanya mengandalkan On-page SEO saja. Website yang memiliki banyak link dari luar (backlink) akan mudah mendapatkann posisi yang tinggi. Namun khususnya untuk backlink yang berkualitas.

Perlu menjadi catatan, backlink yang tiidak berkualitas dapat menyebabkan penalti dari Google. Karena ada backilink yang tidak disukai oleh Google. Itu sebabnya diperlukan link building yang tepat dan relevan.

Beberapa faktor yang menentukan backlink berkualitas:

  • Reputasi website
  • Topik yang sama
  • Penempatan backlink dalam website
  • Dofollow & nofollow
  • Umur¬†backlink
  • Variasi anchor
  • Dll



Backlink yang tidak disukai oleh Google:

  1. Tukar link
  2. Membeli / jasa backlink
  3. Menggunakan software link building
  4. PBN (Private Blog Network)
  5. Spam
  6. Terlalu banyak redirect 301
  7. Submit massal ke social bookmarking
  8. sublimt artikekl ke direktori dan press release
  9. Linkwheel, pyramid, dan tiered link

Biasanya link yang di dapat dengan cara tersebut memiliki kualitas yang rendah. Mungkin ada yang bisa mendapatkan posisi tinggi dengan cara tersebut. Tetapi rawan, dan pada akhirnya dapat terkena penalti dari Google.

Jangan membuat link 100% Dofollow, karena ini akan terlihat tidak natural. Harus dibuat perbandingan antara Dofollow dan Nofollow link agar terlihat lebih natural.

4. Analisa Kompetisi

Jika menargetkan sebuah keyword, harus dilakukan juga analisa kompetisi. Cek mengenai tingkat persaingan dari keyword yang dituju. Lalu juga kompetitor dari keyword tersebut.

Untukmelihat website kompetitor mudah saja, silahkan ketik keyword yang ingin ditargetkan. Pada halaman pencarian akan muncul website dengan target keyword yang sama.

Dari sini bisa dilihat kepadatan keyword dari website tersebut, lalu panjang pendeknya dari tulisan yang muncul. Jika yang muncul adalah artikel dengan tulisan yang pendek, maka buatlah artikel orisinil dengan tulisan yang lebih panjang. Ini hanyalah sekedar contoh saja.

Perhatikan juga backlink yang di dapat dari website tersebut. Untuk hal ini bisa di cek secara gratis melalui Backlinkwatch atau bisa mendownload SEO Spyglass.

Belajar SEO Tingkat Lanjut

Selanjutnya nanti akan saya tuliskan mengenai tips untuk belajar SEO tingkat lanjut yang lebih detail. Akan saya coba tulis bagaimana caranya mendapatkan backlink yang berkualitas.

Lalu juga mengenai struk dari website, mulai dari tag H1, H2, hingga selanjutnya. Serta mengenai persaingan dari keyword dan cara mengakali persaingan yang tinggi (high).

Link building yang tepat juga akan saya bahas nantinya.

Meskipun saya sama sekali bukan ahli dari SEO, setidaknya dapat belajar bersama-sama disini.

Leave a Comment